30 Contoh Kalimat Closing Penjualan yang Persuasif dan Ampuh!

contoh kalimat closing penjualan

Sedang mencari contoh kalimat closing penjualan? Jika demikian, artikel ini akan memberikan beberapa rekomendasinya!

Bagi seorang sales atau penjual, momen closing adalah tahap paling krusial dalam proses penjualan.

Kenapa begitu? Karena di titik inilah keputusan pembelian benar-benar terjad, produk atau jasa Anda akhirnya terjual atau tidak.

Tentu saja, tak semua proses penjualan berjalan mulus. Ada yang harus melewati berbagai penolakan, pertanyaan detail dari pelanggan, hingga keraguan yang muncul di menit-menit terakhir.

Di sinilah peran kalimat closing menjadi sangat penting.

Kalimat closing bukan sekadar ajakan beli.

Ia harus mampu menyentuh kebutuhan, menjawab keraguan, sekaligus menciptakan urgensi.

Terlebih jika Anda berjualan melalui platform seperti WhatsApp, teknik komunikasi yang tepat bisa jadi penentu utama kesuksesan transaksi.

Lantas, seperti apa contoh kalimat closing penjualan yang persuasif dan efektif, terutama saat digunakan lewat WhatsApp?

Temukan jawabannya lewat artikel ini!

Contoh Kalimat Closing Penjualan

Ingin closing lebih cepat lewat WhatsApp?
Gunakan Sebari untuk kirim pesan otomatis, simpan template closing, dan kelola semua percakapan pelanggan dengan lebih praktis.

Broadcast WA Tanpa Simpan Nomor

Mulai sekarang juga bersama Sebari!

Contoh kalimat closing penjualan berikut, merujuk pada teknik closing yang populer.

Berikut detailnya:

1. Contoh Kalimat Closing dengan Teknik Now or Never

(Menciptakan urgensi dan kelangkaan agar konsumen segera mengambil keputusan.)

  1. “Khusus hari ini aja, Kak, diskon 30% terakhir. Besok harga kembali normal ya!”
  2. “Stok tinggal 3 pcs lagi, Kak. Banyak yang nanyain juga barusan. Mau aku bantu proses sekarang?”
  3. “Kalau Kakak checkout sebelum jam 9 malam ini, aku kasih bonus free ongkir + gift spesial.”
  4. “Promo ini cuma sampai jam 12 malam ya, Kak. Kalau lewat, nggak bisa lagi ambil harga promo.”
  5. “Ini batch terakhir bulan ini, Kak. Setelah ini restock-nya masih 2 minggu lagi. Mau aku amankan sekarang?”

2. Contoh Kalimat Closing dengan Teknik Assumptive Close

(Mengasumsikan pelanggan sudah siap beli dan langsung menawarkan proses selanjutnya.)

  1. “Oke Kak, untuk alamat pengiriman mau dikirim ke rumah atau kantor?”
  2. “Kalau begitu, aku proses ya Kak. Pembayarannya via transfer atau pakai COD?”
  3. “Untuk pilihan warna yang Kakak pilih tadi, aku siapin sekarang ya.”
  4. “Siap Kak. Langsung aku input order-nya ya, nanti aku kirim detailnya via WA.”
  5. “Berarti Kakak ambil yang paket B ya? Aku siapin invoice-nya sekarang.”

3. Contoh Kalimat Closing dengan Teknik Summary Close

(Merangkum keunggulan produk/jasa sebelum mengarahkan ke pembelian.)

  1. “Jadi, Kakak dapet paket lengkap: produk best seller, bonus pouch eksklusif, dan gratis ongkir. Yuk kita lanjut ke proses ordernya.”
  2. “Dengan harga segini, Kakak sudah dapat bahan premium, ukuran lengkap, dan garansi. Siap aku bantu proses sekarang?”
  3. “Produk ini cocok banget buat kulit sensitif, ada kandungan alami, dan sudah BPOM. Mau aku bantu order sekarang?”
  4. “Kakak sudah dapat semua fitur premium, free konsultasi, dan aftersales-nya juga aman. Kalau setuju, aku lanjut proses, ya?”
  5. “Jadi, Kakak dapat diskon 25%, hadiah spesial, dan free ongkir. Mau langsung checkout sekarang?”

4. Contoh Kalimat Closing dengan Teknik Take Away

(Menarik kembali penawaran agar calon pembeli merasa kehilangan.)

  1. “Kalau Kakak belum yakin, boleh kok dipikirin dulu. Tapi nggak janji stoknya masih ada ya, Kak.”
  2. “Nggak apa-apa Kak kalau belum ambil sekarang, cuma takutnya nanti harganya udah balik normal.”
  3. “Sebenarnya ini cocok banget buat kebutuhan Kakak, tapi kalau belum prioritas juga nggak masalah, cuma stoknya tinggal dikit.”
  4. “Satu-satunya kekhawatiran aku cuma satu, Kak: takut Kakak nyesel pas udah sold out.”
  5. “Kalau nggak hari ini, mungkin baru restock bulan depan, Kak. Tapi nggak apa-apa, semoga nanti masih cocok ya.”

5. Contoh Kalimat Closing dengan Teknik Alternative Close

(Memberikan dua opsi agar calon pembeli tetap mengarah ke pembelian.)

  1. “Kak, mau ambil yang ukuran M atau L? Dua-duanya ready.”
  2. “Lebih suka yang warna hitam elegan atau nude yang netral, Kak?”
  3. “Mau dikirim hari ini atau besok pagi, Kak?”
  4. “Pembayarannya transfer bank atau pakai e-wallet aja biar cepat?”
  5. “Mau yang paket regular atau sekalian ambil yang premium biar lengkap, Kak?”

6. Contoh Kalimat Closing dengan Teknik Testimoni

(Menunjukkan bukti sosial dari pelanggan sebelumnya untuk mendorong kepercayaan.)

  1. “Banyak Kak yang udah coba produk ini dan bilang cocok banget, apalagi buat pemula. Mau Kakak coba juga?”
  2. “Nih Kak aku kirim testimoni pembeli kemarin, katanya pengiriman cepat dan produknya bagus banget!”
  3. “Rata-rata pelanggan repeat order setelah pakai ini. Mau Kakak coba juga dan ngerasain manfaatnya langsung?”
  4. “Udah banyak yang bilang produk ini bantu banget buat masalah mereka. Kakak pengen juga ngerasain hasilnya?”
  5. “Kak, testimoni dari customer minggu lalu bilang ini worth it banget di harga segini. Aku bantu proses ya?”

Ingin Closing Penjualan di WhatsApp Lebih Mudah? Gunakan Sebari!

Menutup penjualan lewat WhatsApp memang butuh teknik komunikasi yang tepat.

Namun, tanpa sistem yang mendukung, prosesnya bisa terasa melelahkan, harus follow up satu per satu, kirim template manual, dan rawan terlewat.

Di sinilah Sebari hadir sebagai solusi.

Dengan Sebari, Anda bisa mengelola seluruh percakapan penjualan secara otomatis, mengirim pesan broadcast yang personal, menyimpan template kalimat closing, hingga memantau performa tim sales langsung dari satu dashboard.

Kesimpulan

Kalimat closing yang tepat dapat menjadi penentu terjadinya penjualan. Lewat berbagai teknik seperti Now or Never, Assumptive, hingga Testimoni, Anda bisa mendorong pelanggan untuk segera mengambil keputusan.

Agar proses closing di WhatsApp lebih efektif dan praktis, gunakan Sebari. Dengan fitur otomatisasi dan pengelolaan pesan yang rapi, closing jadi lebih cepat, mudah, dan terukur.

***Foto: freepik.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *